Ubah Fotomu Menjadi Karya Seni dengan Prisma2 min read

Sejak awas dirilisnya untuk iOS dan akhirnya dirilis pada platform Android pada akhir bulan lalu, Prisma (Android, iOS) memang langsung menuai sukses dan menjadi viral di media sosial. Pada kesempatan kali ini, Borntonerd mencoba mereview langsung aplikasi tersebut.

Pada dasarnya, Prisma merupakan sebuah aplikasi filter foto. Tapi, berbeda dengan aplikasi filter foto pada umumnya yang hanya meng-overlay layer filter diatas foto penggunanya, Prisma mengklaim menggunakan neural networks dan artificial intelligence untuk menggambar ulang foto yang diunggah penggunanya hingga jadi menyerupai lukisan karya seniman legendaris macam Munk, Van Gogh, atau Picasso.

Aplikasi yang dikembangkan oleh Prisma Labs ini dilengkapi dengan puluhan filter bawaan sehingga penggunanya dapat terus bereksperimen menggunakan filter-filter berbeda. Ke depannya, Prisma juga berencana untuk terus menambah jumlah filter pada aplikasinya.

Hasil filter Prisma
Perbandingan foto semula (kiri atas) dan hasil foto yang telah diubah menggunakan filter Mosaic (kanan atas), Candy (kiri bawah), dan Flame Flower (kanan bawah) dari Prisma.

Borntonerd mengamati bahwa interface dari aplikasi ini juga sangat sederhana dan mudah digunakan. Bagi anda yang sudah familiar menggunakan Instagram, dipastikan tidak akan mengalami kesulitan ketika menggunakan Prisma.

Interface Prisma
Interface dari Prisma yang sangat sederhana dan mudah digunakan.

Meski banyak menuai pujian atas kualitas hasil filter fotonya, Prisma tentunya juga memiliki kekurangan. Karena proses mengubah foto pada Prisma ini menggunakan cloud-based processing, Prisma hanya dapat digunakan menggunakan akses internet. Satu lagi kelemahan yang diakibatkan oleh cloud-based processing tersebut adalah ketika terlalu banyak pengguna sedang menggunakan Prisma, maka Prisma dapat mengalami overcapacity sehingga proses filtering bisa memakan waktu lama bahkan bisa gagal di tengah proses tersebut.

Prisma mengalami overcapacity
Prisma mengalami overcapacity karena terlalu banyak pengguna yang menggunakan Prisma pada waktu yang bersamaan.

Mengenai rencana ke depannya, Prisma Labs berambisi untuk segera mengembangkan filter serupa untuk diaplikasikan pada video dan teknologi virtual-reality.

Lutfi Hanafi Author

Author for borntonerd.com. Mainly writes reviews and news about apps, software, tech, movies, and TV series. Also writes about football and other stuffs at his personal blog.