spotify-applemusic-deezer-joox

Spotify vs Apple Music vs Deezer vs Joox, Mana Layanan Streaming Musik Online yang Paling Juara?6 min read

Saat ini ada banyak layanan streaming musik online yang beredar di Indonesia, diantaranya ada Spotify, Apple Music, Joox, hingga Deezer. Belum lagi jika kita menghitung layanan streaming musik lain yang belum masuk Indonesia, seperti Pandora atau Google Play Music. Kali ini, Borntonerd akan mengulas dan membandingkan keunggulan dan kelemahan dari masing-masing layanan streaming musik tersebut, sehingga pembaca setia Borntonerd bisa menentukan mana layanan streaming musik online yang akan pembaca pilih sebelum menggunakannya atau sebelum berlangganan secara premium.

 

Spotify

Pertama kita mulai dengan Spotify. Memang saat ini jika kita mendengar kata-kata layanan streaming musik online, hampir pasti aplikasi yang terlintas di pikiran kita adalah Spotify. Karena perusahaan asal Swedia ini memang merupakan pionir dalam hal layanan streaming musik online.

Dalam Spotify terdapat layanan gratis dan layanan premium. Layanan gratis hanya bisa menggunakan shuffle play dan terdapat iklan. Layanan premium dihargai Rp. 49.990 per bulan jika menggunakan kartu kredit/debit online atau 54.990 per bulan jika menggunakan pulsa atau transfer ATM. Layanan premium keluarga harganya 79.000 per bulan dan bisa dipakai maksimal untuk 5 orang.

Salah satu keunggulan dari Spotify adalah library atau pilihan musik mereka yang tergolong sangat lengkap. Memang masih ada artis-artis atau lagu-lagu yang belum tersedia di Spotify, tapi jika kita bandingkan secara keseluruhan, library milik Spotify ini tetap yang paling juara.

Keunggulan lain dari Spotify ini adalah adanya Daily Mix dan Discover Weekly yang algoritmanya paling nendang dibanding dengan fitur serupa di aplikasi yang lain. Bagi pembaca yang belum tahu, Daily Mix itu adalah playlist yang disusun oleh algoritma milik Spotify sehingga playlist tersebut akan berisi lagu-lagu yang sering kita putar dan lagu-lagu yang serupa dengan lagu yang kita putar. Fitur Daily Mix ini pernah diulas oleh Borntonerd sebelumnya disini. Sementara playlist Discover Weekly ini dalam seminggu sekali akan diperbaharui yang nanti isinya adalah lagu-lagu yang jarang kita dengar tapi berdasarkan kebiasaan mendengar kita, diprediksi kita akan menyukai lagu-lagu dalam playlist tersebut.

Keunggulan lain adalah adanya podcast, shareable playlist, dan tersedia aplikasi Spotify Lite bagi mereka yang ingin menghemat memori dan penggunaan paket data.

Sementara itu, kelemahan yang ditemukan selama menggunakan Spotify adalah aplikasi yang sesekali masih glitch, misalnya ketika melakukan pencarian tapi hasil pencarian tidak keluar padahal smartphone sudah terhubung dengan jaringan internet.

Pros

  • Library paling ekstensif
  • Daily Mix, Discover Weekly
  • Podcast
  • Shareable playlist
  • Ada Spotify Lite

Cons

  • Aplikasi sesekali masih glitchy

 

Apple Music

Seperti yang ditunjukkan oleh namanya, Apple Music merupakan layanan streaming musik online besutan Apple asal Amerika Serikat. Meskipun tergolong pemain baru, yaitu dirilis pada tahun 2015, tetapi Apple Music langsung menjadi salah satu pemain terdepan, mungkin karena memang adanya sokongan modal yang besar dari Apple sendiri.

Layanan premium reguler Apple Music dihargai 49.000 per bulan. Selain itu, terdapat juga layanan premium untuk pelajar yang didiskon hingga hanya seharga 29.000 per bulan dan layanan premium keluarga yang dihargai 75.000 per bulan yang bisa dipakai hingga 6 orang.

Keunggulan dari Apple Music ini, sama seperti Spotify, adalah library musik yang cukup ekstensif. Bisa dibilang sebelas-dua belas dengan Spotify, mesikpun menurut kacamata Borntonerd Spotify masih sedikit lebih unggul.

Keunggulan yang lain adalah tersedianya music video (MV) yang bisa kita tonton langsung dalam aplikasi Apple Music. Ini tentunya menarik bagi pembaca yang memang senang mendengarkan musik sambil melihat MV.

Selain dua di atas, keunggulan lainnya adalah adanya Beats 1 Radio yaitu semacam stasiun radio yang dijalankan oleh Apple Music yang lengkap diisi program, DJ, dan bintang tamu layaknya stasiun radio pada umumnya. Terakhir, Apple Music juga menyediakan lirik untuk mereka yang hobi bernyanyi sambil mendengarkan musik, walaupun liriknya masih berupa teks saja tidak dilengkapi dengan time-sync.

Kelemahan yang paling mencolok dari Apple Music ini adalah tidak adanya layanan gratis, meskipun Apple Music tetap menawarkan program free trial untuk pengguna baru. Kelemahan lainnya adalah navigasi dalam aplikasi Apple Music yang masih membingungkan dan tidak efisien. Terakhir, tab rekomendasi Apple Music yang dinamai For You masih kalah jauh dengan Daily Mix dan Discover Weekly milik Spotify.

Pros

  • Library musik cukup ekstensif
  • Music video
  • Beats 1 Radio
  • Lirik

Cons

  • Tidak ada layanan gratis
  • UI dan navigasi membingungkan
  • For You tidak sebagus Daily Mix

 

Deezer

Setelah Spotify dan Apple Music, sekarang kita akan membahas Deezer yang juga merupakan layanan streaming musik yang relatif baru. Mereka adalah layanan streaming musik online asal Prancis yang dimiliki oleh perusahaan bernama Access Industries yang juga memiliki perusahaan rekaman Sony Music, Universal Music Group, dan Warner Music Group.

Deezer menawarkan layanan gratis, layanan premium, dan layanan HiFi. Sama seperti Spotify dan Joox, layanan gratis hanya bisa menggunakan shuffle play dan juga disisipi oleh iklan. Layanan premium harganya Rp. 49.990 per bulan. Sementara layanan premium keluarga dihargai Rp. 79.000 dan bisa digunakan hingga 6 orang. Terdapat juga langganan premium tahunan yang harganya 499.900 per tahun.

Salah satu keunggulan yang dimiliki oleh Deezer ini adalah adanya layanan HiFi yang dihargai 99.980 per bulan, dimana dengan layanan ini kita bisa mendengarkan musik kualitas tinggi dengan tipe file FLAC 16-bit. Ini tentunya menarik bagi teman-teman yang audophile yang biasanya alergi mendengarkan musik selain dari file audio lossless.

Deezer memiliki keunggulan lain juga, diantaranya adalah Flow, yakni playlist rekomendasi, yang algoritmanya cukup mumpuni meskipun masih kalah jika kita bandingkan dengan Daily Mix. Selain Flow, ada juga fitur Songcatcher, yaitu semacam Shazam atau Soundhound tapi masuk dalam aplikasi Deezer itu sendiri sehingga kita bisa langsung mencari lagu yang kita dengar yang kita tidak tahu judulnya. Terakhir, Deezer juga menyediakan lirik yang dilengkapi dengan time-sync sehingga lebih memudahkan bagi penggunanya dibandingkan dengan lirik tanpa time-sync yang ditawarkan Apple Music.

Kelemahan yang dimiliki oleh Deezer adalah kurang lengkapnya library musik dari Deezer itu sendiri jika dibandingkan dengan Spotify atau Apple Music. Hal ini cukup ironis mengingat Deezer dimiliki oleh perusahaan yang sama yang memiliki beberapa perusahaan rekaman ternama.

Pros

  • Flow cukup mumpuni, masih kalah dengan Daily Mix
  • Songcatcher
  • Lirik
  • Ada layanan HiFi

Cons

  • Library musik kurang lengkap

 

Joox

Selain Spotify mungkin Joox adalah layanan streaming musik online yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Mungkin ini diakibatkan promo layanan premium gencar-gencaran yang dilakukan oleh Joox pada awal rilisnya di Indonesia. Perlu diketahui bahwa Joox itu sendiri merupakan milik dari Tencent, sebuah perusahaan asal China, dan dirilis pada Januari 2015.

Joox menawarkan layanan gratis dan layanan VIP. Pengguna layanan gratis hanya bisa menggunakan shuffle mode dan terdapat iklan yang cukup mengganggu. Sementara layanan VIP dihargai RP. 49.000 per bulan. Terdapat pilihan untuk langganan layanan VIP sekaligus selama 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan yang jika dihitung harganya akan lebih murah dari Rp. 49.000 per bulan.

Keunggulan Joox adalah banyaknya promo-promo layanan VIP yang cukup mudah didapatkan sehingga tentunya sangat bersahabat bagi kantong-kantong mahasiswa dan pelajar. Selain itu, Joox juga menyediakan fitur lirik dan fitur Sing, yaitu penggunanya bisa bernyanyi menggunakan lagu minus-one layaknya di sebuah tempat karaoke dan hasil rekamannya bisa dishare.

Kelemahan dari Joox adalah iklannya dalam layanan gratis yang paling intrusif jika dibandingkan dengan iklan dalam Spotify atau Deezer. Iklan-iklan yang intrusif ini tentunya sangat menggangu dan membuat pengguna merasa kapok menggunakan Joox.

Kelemahan lainnya adalah banyaknya gimmick dalam aplikasi Joox itu sendiri. Fitur Sing atau fitur karaoke milik Joox itu sendiri bisa dihitung sebagai gimmick oleh banyak orang yang tidak menggunakannya. Gimmick juga hadir dalam kedok layanan VIP gratis. Banyaknya gimmick ini akhirnya membuat aplikasi Joox menjadi berat dan UI dari Joox itu sendiri menjadi terlihat tacky atau norak.

Pros

  • Ada lirik
  • Ada karaoke

Cons

  • Iklan paling intrusif
  • Banyak gimmick
  • Aplikasi berat
  • UI tacky

Lutfi Hanafi Author

Author for borntonerd.com. Mainly writes reviews and news about apps, software, tech, movies, and TV series. Also writes about football and other stuffs at his personal blog.

Leave a Reply

1 Comment on "Spotify vs Apple Music vs Deezer vs Joox, Mana Layanan Streaming Musik Online yang Paling Juara?6 min read"

avatar
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] serupa dengan layanan Kindle Unlimited milik Amazon, atau bisa dianalogikan seperti Netflix atau Spotify tapi untuk […]